Tuesday, 24 March 2015

Dampak Negatif Makan Berlebihan

"Makan yang banyak,biar cepat besar". Ungkapan tersebut kerap kita dengar semasa kecil. Harapannya,jika anak makin banyak makan,tubuhnya akan sehat dan cepat besar badannya. Tak heran, banyak orangtua senang melihat anaknya makan banyak. Tidak hanya anak-anak, orang dewasa pun apabila disodori aneka makanan yang lezat tentu tidak segan-segan untuk menambah porsi. Istilanya,belum berhenti kalau belum kenyang. Namun pernahkah anda memperhitungkan risiko makan berlebihan?
Efek umum dan paling ringan dari makan kekenyangan adalah lebih mudah mengantuk. Bayangkan jika andan makan kekenyangan saat jam kerja. Mengantuk saat bekerja pastinya membuat konsentrasi menurun.Pikiranpun kurang fokus saat mngantuk. Pada akhirnya,produktivitas menurun.
Makan kekenyangan juga kerap terkait dengan jenis makanan yang tinggi kandungan gula,garam dan kolesterol. Sebagai contoh adalah makanan pencuci mulut (dessert) berupa kue-kue manis dengan selai,karamel, atau krim keju. Kelezatan makanan ini membuat satu porsi serasa kurang. Efeknya,seseorang akan menambah lagi konsumsi kue manis.
Meskipun lezat,sebaiknya jangan konsumsi terlalu banyak dan sering.Jenis makanan ini dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Apabila konsumsi makanan kerap dilakukan setelah menyantap makanan utama,risiko diabetes bisa mengancam. Selain itu, apabila tidak diimbangi dengan aktivitas fisik atau olehraga yang cukup, banyak makan makanan yang manis-manis juga bisa memicu kegemukan.
Makanan yang gurih seperti goreng-gorengan dan keripik memang terasa nikmat saat disantap sore hari disela-sela aktivitas. Namun,jumlah yang berlebihan juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Sejumlah makanan dalam kemasan yang bercita rasa gurih umumnya menggunakan bahan penguat rasa. Sementara itu,goreng-gorengan yang digoreng dengan minyak mengandung kolesterol tinggi.
Apabila kebiasaan ini dilakukan terus-menerus,jangan heran bila kolesterol dalam darah meningkat tajam. Efeknya,tubuh bisa terancam berbagai penyakit. Misalnya stroke dan penyakit jantung koroner.
Menjaga pola makan dan mengatur porsi makan juga perlu dilakukan ketika berpuasa. Saat berbuka puasa,kita mengkonsumsi makanan yang cukup. Demikian pula saat lapar sahur,kita menyiapkan diri untuk menahan lapar dengan mengkonsumsi makanan. Masalahnya ,makan kekenyangan setelah berpuasa juga berdampak buruk pada sejumlah organ pencernaan. Salah satunya organ hati.
Karena tidak disi selama seharian, organ hati bisa "kaget" saat tiba-tiba harus memproses makanan dalam jumlah besar. Beban hati pun menjadi berat. Efeknya penyakit ynag berkaitan dengan hatipun bisa menyerang tubuh.
Makan kenyang tidak mencapai rasa kenyang. Kandungan gizi di dalamnya perlu menjadi perhatian utama. Konsumsilah makanan cukup dengan kandungan gizi karbohidrat, protein, vitamin,lemak,serat, dan mineral seimbang. Imbangi dengan istirahat cukup, olahraga teratur, dan jauhkan stres. Niscaya tubuh pun akan sehat.
(Sumber : Harian Kompas)

No comments:

Post a Comment