Bagi anda pengguna kenderaan berknalpot bising, sebaiknya kembali memikirkan ulang untuk menggunakannya. Sebab penggunaan knalpot bising secara berkala selama bertahun-tahun, bisa mengakibatkan gangguan pendengaran.
"Kalau secara waktu sebetulnya beda-beda ya tiap orang. Hanya secara statistik kalau yang bersangkutan terus-menerus terpapar suara bising itu dampaknya mulai terasa setelah lima tahun,: kata Kepala Departemen THT KL Fakultas Kesehatan Padjadjaran/Rumah Sakit Hasan Sadikin, Dr. dr. Ratna Anggraeni,M.Kes,
Tingkat kerusakan pendengaran pun beragama, yang jelas, kerusakan terparah bisa mengakibatkan yang bersangkutan benar-benar tuli. Untuk mendengar pun, akhirnya memerlukan alat bantu pendengaran.
Untuk knalpot bisng penggunaannya cukup berbahaya untuk telinga karena suaranya memiliki besaran desibel tinggi.
Sementara selain penggunaan knalpot bising, ada sejumlah pekerjaan yang rentan mengakibatkan gangguan pendengaran, diantaranya pekerja pabrik yang terdapat mesin suara bising hingga pengeboran minyak.
Para pemilik pabrik atau industri yang menggunakan mesin bersuara bisingpun diharapkan sadar,mereka sebaiknya menyediakan alat yang bisa meredam kebisingan,misalnya penggunaan headphone khusus hingga earplug.
Hati-hati, gangguan pendengaran tidak bisa diobati. gangguan pendengaran pada telinga itu permanen. mau tidak mau harus pakai alat bantu dengar kalau sudah terganggu.
Belum lagi ada beberapa orang yang menggunakan headset untuk mendengarkan musik dengan kurang bijak dengan volume tinggi. Besarnya volume dapat mengakibatkan keruskaan pendengaran secara bertahap. Sebetulnya penggunaan headset itu tidak masalah selama disetel tidak terlalu keras volumenya.
Jadi Mari Kita Jaga Alat Pendengaran Kita Jangan Sampai Menyesal Kemudian Hari.
(okezone)
No comments:
Post a Comment