Friday, 6 March 2015

WASPADA AKIBAT PENGGUNAAN MINYAK JELANTAH

KITA SEMUA PERLU SADAR, PENGGUNAAN MINYAK JELANTAH BISA BERAKIBAT BURUK BAGI KESEHATAN. SAYANGNYA,KITA SERING TIDAK MENGACUHKAN PEMAHAMAN INI DENGAN MEMBERIKAN ALASAN LAIN UNTUK MENGHADIRKAN PENGECUALIAN.
"AH, Sesekali ini, tidak sering juga"
"Biar cepat saja,lagi cari cemilan"
atau "Enak,guri. Lagi cari yang berminyak dan simple saja"
Begitulah mungkin beberapa alasan yang kerap dikemukakan, Padahal, pengecualian yang diberikan diri sendiri justru memberikan kesempatan bagi " Penjahat" kesehatan untuk masuk.
Pada prinsipnya, makanan yang digoreng dinilai kurang sehat, apalagi jika digoreng dengan minyak bekas secara terus-menerus. Kita barangkali tidak asing lagi dengan perilaku, atau mungkin justru menjadi pelaku, menggoreng makanan dengan minyak goreng bekas berkali-kali. Minyak yang telah digunakan berulang itulah yang disebut dengan jelantah.
Minyak jelantah bisa mengakibatkan oksidasi dan hidrogenasi dari minyak. Dalam bahasa yang lebih mudah, mengkonsumsi makanan yang digoreng menggunakan minyak jelantah bisa mengakibatkan peradangan dan kerusakan sel di tubuh. Lebih parahnya lagi, kerusakan sel tersebut bisa memicu penyakit diabetes.

MENGHAMBAT KESUBURAN
Gorengan merupakan makanan yang akrab dikonsumsi masyarakat kita. Sebuah studi baru yang dipublikasikan di jurnal Diabetologia menemukan fakta penting. Perempuan yang mengkonsumsi makanan dengan teknik masak digoreng secara rutin saat sebelum hamil, memiliki resiko lebih tinggi untuk terserang diabetes gestasional (sebuah jenis kondisi diabetes yang ditemukan pada awal ke hamilan).
Menariknya, kemungkinan timbulnya diabetes selama kehamilan akibat makanan gorengan semakin tinggi saat dikaitkan dengan camilan gorengan yang dibeli dari luar rumah. Fakta ini didapatkan melalui penelitian terhadap 15.000 perempuan dengan melihat Index Massa Tubuh (IMT).
Dari data itu, peneliti menemukan,perempuan yang mengkonsumsi tujuh kali atau lebih makanan gorengan dalam seminggu, memiliki 88 persen risiko terkena diabetes gestasional. Angka ini lebih besar daripada perempuan yang hanya mengkonsumsi makanan gorengan kurang dari sekali seminggu.
Nah, sekarang siapkah kita memulai hidup sehat? Mulailah beralih ke camilan yang lebih sehat dan mengurangi makanan yang digoreng. Lebih baik lagi jika kita berhenti menyantap gorengan yang digoreng dengan minyak jelantah.

Sumber : Kompas

No comments:

Post a Comment